Program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih memasuki babak baru. Sebanyak 28.626 orang manajer yang sebelumnya direkrut dan dilatih mulai bertugas di gerai-gerai Kopdes pada Oktober 2026. Kepastian ini muncul setelah terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) dan Surat Keputusan (SK) yang mengatur tata kelola, besaran gaji, hingga tunjangan para manajer.

Bagi pelaku usaha kecil di desa, kehadiran Kopdes Merah Putih diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi lokal. Berikut rincian yang perlu kamu ketahui.

Berapa Gaji Manajer Kopdes?

Besaran gaji manajer Kopdes Merah Putih dipastikan mengikuti Upah Minimum Provinsi (UMP) sesuai lokasi gerai tempat mereka bertugas. Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan hal ini sekaligus meluruskan kabar yang menyebut gaji manajer menyentuh angka Rp16 juta.

Angka Rp16 juta itu dinilai terlalu besar. Menurut pernyataan resmi, besaran gaji UMP di sejumlah daerah bahkan dinilai masih tergolong tinggi untuk posisi ini, sehingga kepastian UMP menjadi acuan yang paling realistis.

Status Manajer: Bukan Pegawai BUMN

Satu hal yang perlu diluruskan adalah status para manajer. Mereka bukan pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Manajer Kopdes menjalani masa penugasan selama dua tahun, di mana seluruh biaya pembinaan ditanggung pemerintah.

Selama dua tahun tersebut, para manajer dibina terlebih dahulu agar koperasi-koperasi desa ini bisa berdiri dan berjalan dengan baik. Setelah masa penugasan selesai, koperasi diharapkan mampu dikelola secara mandiri oleh masyarakat setempat.

17.288 Gerai Siap Operasional

Sebanyak 17.288 gerai Kopdes yang tersebar di seluruh Indonesia dinyatakan siap operasional pada Oktober 2026. Penempatan manajer diatur oleh PT Agrinas Pangan Nusantara, dengan para manajer langsung ditempatkan di gerai-gerai yang sudah siap beroperasi.

Menkop Ferry bahkan optimistis target 30.000 koperasi operasional bisa tercapai, sesuai yang ditargetkan Presiden. Artinya, cakupan program ini akan terus meluas ke lebih banyak desa dalam waktu dekat.

Kenapa Program Ini Penting bagi UMKM?

Kopdes Merah Putih dirancang sebagai koperasi desa yang fokus pada kebutuhan pokok dan pangan masyarakat. Kehadirannya membuka peluang bagi para pelaku usaha mikro dan petani lokal untuk menjalin kemitraan, memperluas akses pasar, dan menyerap tenaga kerja di tingkat desa.

Bagi warga desa yang ingin memanfaatkan momentum ini, memahami bagaimana koperasi bekerja dan menjaga tata kelola yang baik menjadi bekal penting. Koperasi yang dikelola transparan akan lebih mudah tumbuh dan dipercaya anggotanya.

Momentum Pertumbuhan Ekonomi Desa

Operasionalnya ribuan gerai Kopdes Merah Putih menandakan dorongan serius terhadap ekonomi akar rumput. Dengan manajemen yang tertata dan penempatan yang terencana, program ini berpotensi menjadi fondasi pertumbuhan usaha kecil di berbagai pelosok negeri.

Bagi masyarakat, momen ini bisa dimanfaatkan untuk mulai terlibat aktif dalam koperasi desa masing-masing, baik sebagai anggota, pemasok, maupun penggerak usaha lokal. Ekonomi desa yang kuat berawal dari partisipasi warganya.

Sumber: Kompas.com