
Pelaku usaha cold chain atau rantai pasok berpendingin kini mulai membidik pasar Indonesia seiring meningkatnya kebutuhan terhadap infrastruktur penyimpanan dan distribusi pangan. Penguatan fasilitas cold storage dinilai bisa membuat distribusi produk seperti daging, ikan, dan makanan beku lebih efisien, menjaga kualitas, sekaligus membantu menjaga stabilitas harga pangan.
Penyedia layanan gudang pendingin Peregrine Cold Logistics (PCL) menjadi salah satu yang paling agresif. Perusahaan ini melakukan ekspansi ke Indonesia melalui perusahaan patungan dengan Sinar Primera, dengan fokus pada akuisisi dan pengembangan aset cold storage berstandar tinggi.
Bukan Sekadar Tambah Kapasitas
Co-Founder dan CEO Peregrine Cold Logistics, Jeff Hogarth, menegaskan bahwa pengembangan infrastruktur cold chain di Indonesia bukan hanya soal menambah kapasitas penyimpanan. Tujuannya lebih luas, yaitu memperkuat konektivitas rantai pasok pangan.
“Tujuan kami bukan sekadar menambah kapasitas cold storage di Indonesia, tetapi juga menghubungkan pasar Indonesia dengan jaringan ASEAN dan GCC yang lebih luas,” ujar Jeff dalam keterangannya.
Langkah Awal Ekspansi
Tahap awal ekspansi Peregrine mencakup akuisisi fasilitas cold storage milik Sinar Primera yang telah beroperasi di Pluit serta pengembangan lahan untuk fasilitas baru di Narogong. Fasilitas di Pluit punya posisi strategis untuk melayani pelanggan di Jakarta Utara dan Jakarta Barat.
Sementara fasilitas baru di Narogong akan dilengkapi kapasitas freezer dan chiller semi-otomatis berstandar global, sekaligus menjadi salah satu titik utama dalam model operasional hub-and-spoke yang menghubungkan berbagai titik distribusi secara efisien.
Kenapa Ini Penting buat Ekonomi?
Infrastruktur cold chain yang kuat membantu produsen dan pelaku usaha menjaga kualitas produk sejak dari tempat produksi hingga sampai ke konsumen. Efek lanjutannya, produk pangan yang rusak atau terbuang bisa ditekan, sehingga biaya distribusi lebih terkendali dan harga pangan di pasaran lebih stabil.
Group Head Sinar Primera, Hong Kah Jin, menyebut kerja sama ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Menurutnya, pengembangan fasilitas ini tidak hanya soal kapasitas, tetapi juga menyangkut keamanan, ketahanan, dan kualitas pangan yang diterima masyarakat.
Peluang yang Bisa Dicermati
Bagi pelaku usaha, perkembangan ini membuka peluang besar. Kebutuhan cold chain terus tumbuh seiring urbanisasi, pertumbuhan konsumsi, serta perkembangan sektor pangan, ritel, farmasi, dan e-grocery. Sektor ini bisa jadi salah satu mesin pertumbuhan baru yang menjanjikan dalam beberapa tahun ke depan, sekaligus berperan penting dalam menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok.
Sumber: Kompas