Ekosistem startup Indonesia kembali menorehkan prestasi di kancah regional. Sebanyak delapan perusahaan asal Tanah Air masuk daftar Forbes Asia 100 to Watch 2026, daftar yang menyoroti perusahaan kecil dan startup dengan potensi pertumbuhan di kawasan Asia-Pasifik.

Baca juga: FEKDI x IFSE 2026 Resmi Dibuka, BI Dorong Penguatan Ekosistem Keuangan Digital

Masuknya delapan startup ini menegaskan bahwa spektrum bisnis digital Indonesia semakin beragam dan makin diperhitungkan di tingkat Asia.

Daftar 8 Startup Indonesia

Delapan perusahaan tersebut bergerak di berbagai sektor. Berikut daftarnya:

Keberagaman sektor ini menunjukkan bahwa inovasi anak bangsa tidak lagi terpusat pada satu bidang, melainkan menyebar dari teknologi hingga keberlanjutan lingkungan.

Mengumpulkan Pendanaan USD2,4 Miliar

Secara regional, perusahaan yang masuk daftar 100 to Watch 2026 telah mengumpulkan total pendanaan USD2,4 miliar. Menariknya, hampir USD1 miliar di antaranya dihimpun sepanjang 2026 saja. Ini menandakan arus modal ke startup Asia-Pasifik masih deras.

Bagi para pendiri, masuk daftar semacam ini bukan sekadar pengakuan. Forbes Asia menyusun daftarnya lewat nominasi dari akselerator, inkubator, universitas, dan modal ventura, dengan mempertimbangkan dampak industri, model bisnis, inovasi, pertumbuhan pendapatan, hingga kemampuan menarik pendanaan.

Satu Dental, Sorotan di Sektor Kesehatan

Salah satu yang menarik disimak adalah Satu Dental. Startup layanan kesehatan gigi ini disebut telah memiliki 56 klinik di Jabodetabek dan dua kota lain di Jawa hingga Juni 2026, serta menggandeng jaringan 500 dokter gigi dan dokter umum.

Sementara itu, Waste4Change jadi satu-satunya wakil Indonesia di kategori energi dan teknologi hijau. Dengan sekitar 400 pelanggan korporasi dan 21.000 pelanggan rumah tangga, perusahaan ini membuktikan bahwa bisnis berkelanjutan bisa tumbuh dan menarik modal.

Pelajaran buat Pelaku Usaha

Prestasi ini membawa pesan penting: startup Indonesia punya daya saing regional. Kuncinya ada pada kemampuan menjawab kebutuhan nyata pasar, model bisnis yang sehat, dan fokus pada dampak.

Bagi siapa pun yang sedang membangun usaha, kisah kedelapan startup ini bisa jadi pengingat bahwa konsistensi dan inovasi pada akhirnya akan menemukan jalannya untuk diakui.

Sumber: Liputan6