
Langkah menarik datang dari Morgan Stanley and Co International Plc. Perusahaan investasi global itu menambah kepemilikan saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), dengan total nilai transaksi mencapai sekitar Rp547,98 miliar.
Baca juga: FTSE Russell Hapus 19 Saham dari Indeks GEIS, Berlaku Mulai 21 September
Informasi tersebut tercantum dalam laporan kepemilikan yang disampaikan Morgan Stanley kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Senin (7/9/2026), lalu diteruskan GOTO kepada Bursa Efek Indonesia (BEI).
Kepemilikan Naik ke 7,6 Persen
Sebelum transaksi, Morgan Stanley and Co International PLC memiliki 65.808.820.258 saham GOTO atau setara 5,7157 persen hak suara. Setelah transaksi, jumlah saham yang dimiliki meningkat menjadi 87.487.916.784 saham, sehingga porsi hak suaranya naik menjadi 7,5986 persen.
Dengan kata lain, Morgan Stanley menambah kepemilikan sebanyak 21.679.096.526 saham GOTO. Lonjakan porsi kepemilikan ini menandakan meningkatnya minat investor asing terhadap emiten teknologi terbesar di Indonesia tersebut.
Rincian Tiga Transaksi
Dalam laporan tersebut, terdapat tiga transaksi saham GOTO yang dicatat pada 2 September 2026 dengan harga Rp25 per saham. Ketiganya tercatat dengan tujuan investasi.
Transaksi pertama berupa transaksi “lainnya” sebanyak 12.577.872.400 saham dengan nilai sekitar Rp314,45 miliar. Transaksi kedua sebanyak 119.953.200 saham senilai sekitar Rp3 miliar. Sementara transaksi ketiga merupakan pembelian 9.221.177.326 saham dengan nilai sekitar Rp230,53 miliar.
Jika ketiga transaksi dijumlahkan, totalnya mencapai 21.919.002.926 saham dengan nilai sekitar Rp547,98 miliar.
Makna bagi Ekosistem Digital
Penambahan kepemilikan oleh investor institusi sekelas Morgan Stanley kerap dibaca sebagai sinyal kepercayaan terhadap prospek perusahaan. Bagi GOTO yang tengah menata ulang strategi bisnisnya di ekosistem digital, masuknya modal asing menjadi angin segar.
Bagi pelaku usaha dan pengamat pasar, dinamika ini juga menunjukkan bahwa sektor teknologi Indonesia tetap menarik di mata investor global, meski menghadapi berbagai tantangan. Ke depan, fokus pasar akan tertuju pada bagaimana GOTO mengeksekusi strateginya untuk menciptakan nilai jangka panjang.
Sumber: Kompas.com