
Kabar baik bagi para pelaku startup di sektor ekonomi kreatif. Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) menjajaki kolaborasi dengan Asosiasi Modal Ventura untuk Startup Indonesia (AMVESINDO) guna memperluas akses pendanaan non-perbankan. Langkah ini diharapkan membuka jalan lebih lebar bagi startup ekraf untuk tumbuh dan naik kelas.
Kolaborasi ini dibahas dalam pertemuan antara Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, dengan jajaran AMVESINDO di Jakarta pada Senin (21/9/2026). Ini menjadi sinyal bahwa pemerintah semakin serius mendorong pembiayaan alternatif di luar jalur perbankan konvensional.
Kenapa Akses Pendanaan Jadi Krusial?
Pendanaan kerap menjadi tantangan terbesar bagi startup, terutama yang masih berada di tahap awal. Akses ke kredit perbankan sering kali sulit dijangkau karena keterbatasan agunan dan profil risiko yang dianggap tinggi. Di sinilah modal ventura dan skema pendanaan non-perbankan memainkan peran penting sebagai alternatif yang lebih fleksibel.
Dengan menggandeng AMVESINDO, pemerintah ingin memastikan startup ekraf memiliki lebih banyak pilihan sumber dana untuk mengembangkan produk, memperluas pasar, hingga menambah tenaga kerja.
Konteks: Pendanaan Startup yang Masih Menantang
Langkah ini hadir di tengah kondisi pendanaan startup yang masih menantang. Berbagai kajian mencatat jumlah putaran pendanaan di Indonesia mengalami penurunan dibanding masa-masa puncak beberapa tahun lalu. Karena itu, upaya membuka akses pendanaan baru menjadi semakin relevan untuk menjaga momentum pertumbuhan ekosistem startup nasional.
Bagi para pendiri usaha, situasi ini juga menjadi pengingat bahwa ketahanan bisnis tidak boleh bergantung pada satu sumber dana saja. Diversifikasi akses pembiayaan adalah bagian dari strategi bertahan yang sehat.
Integrasi Talenta Digital sebagai Kunci
Selain pendanaan, Kemenekraf juga menekankan pentingnya integrasi finansial dan talenta digital. Akses modal yang luas tidak akan banyak berarti tanpa sumber daya manusia yang mumpuni untuk mengelolanya. Karena itu, penguatan kapasitas talenta digital dipandang sebagai fondasi yang sama pentingnya dengan ketersediaan dana.
Bagi pelaku startup, ini menjadi isyarat bahwa kompetisi ke depan tidak hanya soal siapa yang punya modal besar, tetapi juga siapa yang mampu membangun tim dan kemampuan eksekusi yang solid.
Peluang bagi Pelaku Ekraf
Bagi kamu yang sedang merintis atau mengembangkan usaha di sektor ekonomi kreatif, kolaborasi Kemenekraf dan AMVESINDO ini layak dicermati. Terbukanya akses pendanaan non-perbankan berarti peluang baru untuk mendapatkan modal yang selama ini mungkin sulit dijangkau lewat jalur konvensional.
Meski detail skemanya masih terus dimatangkan, arah kebijakannya jelas: pemerintah ingin menciptakan ekosistem yang lebih ramah bagi startup ekraf untuk tumbuh, berinovasi, dan pada akhirnya naik kelas di tingkat nasional maupun global.
Sumber: Antara News